Bismillahirohmanirrohiim…, Alhamdulillahi robbil alamiin…, Allohumma sholli ala Sayyidina Muhammad, wa ala alihi wa ashabihi ajma’iin, amma ba’du.
Website Ginanjarsite dibuat dan dikelola untuk dipersembahkan kepada Umat Islam agar menjadi inspirasi untu mau memahami agama Islam secara lebih komprehensif sehingga menghasilkan pemahaman yang benar tentang agama Islam dan hal-hal yang berkaitan dengan ajaran agama Islam.
Sudah seharusnya umat Islam memahami agamanya tidak secara parsial (sepotong-sepotong) yang mana hal ini bisa menimbulkan fitnah kepada agama Islam itu sendiri. Ilmu tasawuf dan Sufi adalah salah satu contoh ajaran Islam yang terkena fitnah akibat pemahaman agama secara parsial alias tidak komprehensif. Bukan itu saja, bahkan ilmu aqidah dan ilmu syari’ah pun tak luput menjadi korban fitnah akibat pemahaman agama yang tidak komprehensif.
Sudah saatnya kita mengetahui implementasi ajaran Rasulullah saw tentang agama yang komprehensif, bahwa rukun agama ini ada tiga (3), berdasar hadits berikut:
Dari sahabat Umar bin Al-Khaththab RA, ia berkata, “Pada suatu hari kami duduk-duduk bersama Rasulullah SAW. Lalu muncul di hadapan kami seorang yang berpakaian putih, rambutnya hitam sekali dan tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan. Tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya. Dia langsung duduk menghadap Nabi SAW. Kedua tumitnya disandarkan kepada kedua tumit Nabi dan kedua telapak tangannya diletakkan di atas paha Rasulullah SAW, seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, beri tahu aku tentang Islam.’
Lalu Rasulullah SAW menjawab, ‘Islam adalah bahwa engkau bersyahadat bahwasanya tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan mengerjakan haji apabila mampu.’
Lalu orang itu berkata, ‘Engkau benar.’
Kami pun heran terhadap orang itu. Dia bertanya tetapi dia juga yang membenarkannya.
Kemudian orang itu bertanya lagi, ‘Kini beri tahu aku tentang Iman.’
Rasulullah SAW menjawab, ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada qadar Allah, baik dan buruknya.’
Orang itu lantas berkata, ‘Engkau benar.’
Lalu dia berkata lagi, ‘Kini beri tahu aku tentang Ihsan.’
Nabi menjawab, ‘Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya meskipun engkau tidak melihat-Nya, karena sesungguhnya Allah melihat engkau.’
Orang itu kemudian berkata, ‘Beri tahu aku tentang as-Sa`ah (Kiamat).’
Nabi menjawab, ‘Yang ditanya tidaklah lebih tahu dari yang bertanya’.”
Dia pun bertanya lagi, ‘Beri tahu aku tentang tanda-tandanya.’
Nabi menjawab, ‘Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya, jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa), serta penggembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.’
Kemudian orang itu pergi dan aku (Umar bin Khattab) pun berdiam sejenak sampai Nabi bertanya, ‘Hai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya tadi?’
Lalu aku menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’
Rasulullah SAW lantas berkata, ‘Itulah Jibril, yang datang untuk mengajarkan agama kepada kalian’.” (Hadits Riwayat Iamm Muslim).
Dari Hadits di atas tiga rukun agama yang dijarkan oleh Jibril melalui percakannya dengan Nabi Muhammad saw, yaitu:
1). IMAN, di kemudian hari setelah wafatnya Rasulullah Saw, hal-hal yang berkaitan dengan “IMAN” ini melahirkan ilmu-ilmu tentang aqidah atau ilmu tauhid.
2). ISLAM, di kemudian hari setelah wafatnya Rasulullah saw, hal-hal yang berkaitan dengan “ISLAM” melahirkan ilmu-ilmu Syari’ah atau ilmu Fiqih, yaitu tentang hukum-hukum syari’ah, tentang shalat, tentang Wudhu’, tentang Zakat, haji, dan lain-lain masih banyak lagi.
3). IHSAN, di kemudian hari setelah wafatnya Rasulullah saw, hal-hal yang berkaitan dengan “IHSAN” melahirkan ilmu-ilmu tasawuf, yaitu tentang sabar, tentang ridha, tentang syukur, taubat, dan tentang sifat baik dan buruk semuanya dipelajari dalam ilmu tasawuf.


0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !